Hai.. hai... duhh, kemarin saya seharian gak bisa akses komputer… ada trouble sedikit, hehehe… enggak deng, lagi ada tugas yang harus saya kejar dan kelarkan hari itu juga… Hingga larut sekitar jam 8.00 baru selesai. Nanti dech saya ceritain… another good lesson for me….
Anyway… itu judulnya kok tersenyum ama bapak satpam… Lah, kok mesti sama bapak satpam?
Hmmm…. Gini,…
Tiap pagi,… setelah kegitan rutin saya “ngejar2 maling pagi2″,… biasanya after taking a shower, saya melanjutkan kegiatan menjadi sopir
Dalam perjalanan mengantar tuan putri cilik yang cubby dibelakang saya ini, saya suka memperhatikan mobil2 yang lain yang kebetulan harus melewati pos sekurity.
“Selamat pagi, silahkan…”
Pak satpam menarik tali sehingga portal penutup gate sampai bisa terbuka, tersenyum dan mempersilahkan pengendara berlalu…
Sebelum pos sekurity tersebut, ada papan bertuliskan “KACA HARAP DIBUKA”. Nah, coba perhatiin dech, ada nggak yang buka kaca… GAK ADA!!! (sumprittttt…
)
Saya sempat berfikir,… haduh, apa susahnya sich buka kaca,… hanya untuk menyapa bapak2 ini, yang sudah sepanjang malam berkeliling, yang tiap 15 menit berkeliling, menjaga agar tidur kita bisa nyenyak dan tidak terjaga… dan supaya kita tidak terganggu karena harus giliran siskamling.
Small things begin from our initiative…








