Dear sahabat…
Enggg… rasanya gak tahan untuk gak bilang ini…
MY GOD… I MISSSSSS YOUUUU ALL, hehehe
Gosh,… Maap2… masih boleh jerit2 khan disini?
(yaiyalahhh, masak yaolohtolonggg ?
).
Dear sahabat…
Enggg… rasanya gak tahan untuk gak bilang ini…
Gosh,… Maap2… masih boleh jerit2 khan disini?
(yaiyalahhh, masak yaolohtolonggg ?
).
Duhhh, subuh2 kok ngomongin kalajengking?
Hehehehe.. sebetulnya malam ini saya harus brangkat kesuatu tempat, tapi karna sesuatu dan lain hal.. delay sampai pagi ini.
Jadi sambil menunggu, saya buka2 arsip lama… dan menemukan artikel ini…
Ceritanya, ada seorang pendeta India yang kebetulan melihat seekor kalajengking mengambang berputar-putar di air. Ia memutuskan untuk menolong kalajengking itu keluar dengan mengulurkan jarinya, tetapi kalajengking itu menyengatnya.

Hai.. hai... duhh, kemarin saya seharian gak bisa akses komputer… ada trouble sedikit, hehehe… enggak deng, lagi ada tugas yang harus saya kejar dan kelarkan hari itu juga… Hingga larut sekitar jam 8.00 baru selesai. Nanti dech saya ceritain… another good lesson for me….
Anyway… itu judulnya kok tersenyum ama bapak satpam… Lah, kok mesti sama bapak satpam?
Hmmm…. Gini,…
Tiap pagi,… setelah kegitan rutin saya “ngejar2 maling pagi2″,… biasanya after taking a shower, saya melanjutkan kegiatan menjadi sopir
Dalam perjalanan mengantar tuan putri cilik yang cubby dibelakang saya ini, saya suka memperhatikan mobil2 yang lain yang kebetulan harus melewati pos sekurity.
“Selamat pagi, silahkan…”
Pak satpam menarik tali sehingga portal penutup gate sampai bisa terbuka, tersenyum dan mempersilahkan pengendara berlalu…
Sebelum pos sekurity tersebut, ada papan bertuliskan “KACA HARAP DIBUKA”. Nah, coba perhatiin dech, ada nggak yang buka kaca… GAK ADA!!! (sumprittttt…
)
Saya sempat berfikir,… haduh, apa susahnya sich buka kaca,… hanya untuk menyapa bapak2 ini, yang sudah sepanjang malam berkeliling, yang tiap 15 menit berkeliling, menjaga agar tidur kita bisa nyenyak dan tidak terjaga… dan supaya kita tidak terganggu karena harus giliran siskamling.
Small things begin from our initiative…
PS : Posting ini tidak bertujuan untuk meng-counter komentar2 orang sebelumnya yang menganggap saya terlalu spoiler Infotainment… (biarin lah, emang saya gitu kok, dan saya juga tidak bisa menghina dengan cerdas,.. ya diterima dgn riang hati dan sukaciata ajah, suer… makasih yach
) Tapi ini gara2 percakapan saya dengan mbak2 marketing buku dari penerbit “Pustaka Lebah” (kalo gak salah), yang akhirnya membawa saya pada pemikiran ini.
Bahwa… buku adalah investasi masa depan yang sangat dibutuhkan anak kita, tentu dengan bantuan dan bimbingan kita, karena tanpa bantuan kita, buku tersebut hanya akan berakhir di rak buku tanpa pernah disentuh.
Intinya nich, kalo saya pengen ngajarin anak saya jadi gadis kecil yang pnuya KEPRIBADIAN yang nyenengin dan selalu happy… saya tidak bisa hanya sekedar menyuruh dia baca seperti yang ada dibuku… atau nyuruh dia untuk selalu tersenyum misalnya…
Cara yang terbaik adalah dengan menjadi ROLE MODEL. kadang kita nyuruh anak selalu, “senyum manis dong sayang”… tapi tampang kita selalu cemberut…. Dan ketika ucapan & perbuatan kita berbeda… Si anak akan lebih mengcopy APA YANG KITA LAKUKAN.